Selasa, 29 Juni 2021

Langkah Mudah Menentukan Kategori IMT dari Hasil Kalkulator BMI

BMI dan IMT


Meskipun BMI atau IMT tidak dapat memperhitungkan jumlah dan distribusi lemak di dalam tubuh, namun rumusnya masih bisa digunakan untuk mengetahui ideal atau tidaknya bobot seseorang. Akan tetapi terdapat beberapa langkah yang harus anda jalankan untuk mengetahui hasil uji dari kalkulator BMI. Penasaran? Berikut ulasan selengkapnya.


Tahapan Uji Body Mass Index (BMI)


1. Menimbang Berat Badan

Untuk melakukan penghitungan dengan rumus BMI, anda perlu mengetahui terlebih dahulu berapa berat badan anda. Akan lebih baik jika berat badan tersebut diambil beberapa saat sebelum melakukan uji. Jika anda menggunakan berat badan yang sudah lewat beberapa hari, maka hasilnya sudah tidak akan cocok dengan kondisi sebenarnya saat ini.


2. Mengukur Tinggi Badan

Data kedua yang dibutuhkan selanjutnya adalah berupa tinggi badan. Pengukurannya juga bisa anda lakukan dimanapun asalkan dengan menggunakan peralatan yang benar. Data inilah yang nantinya akan menjadi pembagi dari berat badan saat sudah dimasukkan ke dalam rumus. Tinggi badan ini harus dalam satuan meter, sehingga anda perlu menyesuaikan hasilnya terlebih dahulu.


3. Hitung BMI Dengan Kalkulator Atau Rumus Manual

Setelah mendapatkan dua data ini, langkah selanjutnya adalah dengan memasukkannya ke rumus tes kesehatan BMI. BMI ini dihitung dengan membagi berat badan dalam satuan kilogram dengan nilai kuadrat dari tinggi badan yang telah dikonversi ke satuan meter. Secara matematika, rumus ini dituliskan dengan BMI = Berat badan (kg) / (Tinggi badan (m)x Tinggi badan (m)).

Nantinya, hasil perhitungan BMI ini memiliki satuan Kg/m2. Jika anda kesulitan untuk menghitungnya, bisa juga menggunakan kalkulator IMT atau BMI yang saat ini sudah banyak ditemukan di berbagai website dan aplikasi kesehatan. Dengan begitu, anda hanya perlu memasukkan berat badan dan tinggi badan. Nantinya hasil BMI akan langsung keluar.


4. Masukkan Dalam Kategori BMI

Setelah mengetahui berapa nilai BMI tubuh, selanjutnya lihatlah angka tersebut masuk dalam kategori BMI yang mana. Hingga saat ini, Kemenkes RI telah memberlakukan 4 kategori BMI yang utama, yaitu underweight, normal, overweight, dan obese. Orang yang nilai tes kesehatan BMI nya berada di bawah 18,5 artinya dia underweight.


Sedangkan untuk orang yang nilai BMI nya di antara 18,5 hingga 25,0 artinya masuk dalam kategori normal. Kategori inilah yang paling baik sehingga anda yang BMI nya dibawah atau diatas rentang tersebut harus menyesuaikan jumlah asupan nutrisi dan berolahraga dengan baik. Kemudian, untuk anda yang nilai BMI nya antara 25,0 dan 27,0 artinya masuk dalam kategori overweight.


Lantas bagaimana dengan orang yang BMI nya diatas 27,0? Maka artinya mereka masuk dalam kategori obese. Anda yang mengalami hal ini harus mulai mengurangi asupan kalori dengan mengurangi konsumsi makanan manis seperti kue dan karbohidrat seperti nasi. Anda juga harus mengurangi kebiasaan makan makanan yang mengandung lemak jahat dan kolesterol seperti jeroan.


Orang yang berat badannya terlalu tinggi juga rentan terkena berbagai penyakit, terlebih yang berhubungan dengan sistem kardiovaskular. Contoh penyakit tersebut adalah stroke dan hipertensi. Akan sangat disayangkan jika hasil dari kalkulator BMI tidak segera diperhatikan. Apabila tidak segera ditangani, maka kondisinya akan semakin buruk.


Begitulah langkah yang harus anda tempuh untuk menghitung BMI tubuh. Akan tetapi perlu anda ketahui, bahwa hasil perhitungan BMI ini tidak dapat digunakan untuk mengetahui distribusi lemak. bisa saja seorang binaragawan yang memiliki tubuh kekar masuk dalam kategori overweight dan obese.

 


0 komentar:

Posting Komentar