Selasa, 10 November 2020

Mudahnya dan Untungnya Melakukan Investasi Online di Situs P2P Lending


Investasi

 

Banyak diantara kalian pasti sudah familiar dengan investasi online p2p lending. Di tahun 2020 ini banyak sekali mengenai artikel tentang yang aku sebutkan sebelumnya. Kenapa? Sistemnya tergantung apa yang kamu lakukan selama pemakaian di dalamnya. Gimana? Tertarik menggunakan peer to peer nya? Kalau begitu, simak baik-baik artikel yang aku tulis agar kamu lebih memahaminya. Let’s go!

 

Proses regulasi peer to peer mempertemukan antara si pendana  dan peminjam  dengan tidak adanya perantara, pertemuan bisa secara langsung maupun online, terdaftar plus diawasi oleh OJK dan lainnya. Terdapat empat langkah proses fintech peer to peer terbaik yaitu:

1.      Meregistrasikan keanggotaan.

2.      Tahap mengajukan pinjaman tersebut.

3.      Tahap melaksanakan pinjaman tersebut.

4.      Tahap membayarkan pinjaman tersebut.

 

Dalam salah satu situs peer to peer mewajibkan halaman lender di samping browser, halaman tersebut adanya lender dan pihak peminjam wajib juga di peer to peer lending loh! Meskipun begitu, pihak OJK melarang fintech p2p dengan berbagai alasan adalah:

1.      Sudah melakukan kegiatan usaha selain layanan pinjam meminjam dari pemerintah seperti bank.

2.      Sudah memberikan rekomendasi kepada calon penggunanya.

3.      Sudah melakukan penawaran melalui saluran komunikasi pribadi tanpa seizin calon pengguna atau pengguna tetap.

4.      Sudah mulai memublikasikan informasi yang fiktif.

5.      Sudah menerbitkan surat utang

6.      Sudah melakukan tindakan sebagai kreditur maupun debitur.

7.      Sudah mengenakan biaya pengaduan.

8.      Sudah memberikan jaminan dalam segala bentuk.

 

Larangan tersebut sudah ditetapkan dalam peraturan OJK, jika salah satu website fintech (p2p atau peer to peer lending) melakukan hal yang di atas maka mendapatkan konsekuensi dalam hak izin dan pelanggaran operasional.

Mengenai perkembangan p2p lending di Indonesia sendiri sangat cepat sekali mulai bulan Maret 2019 tercatat seratus enam perusahaan p2p resmi oleh OJK. Lalu, p2p memanfaatkan keinginan masyarakat untuk melakukan investasi jangka pendek.

 

Peer to peer yang dilakukan oleh Amartha sebagai pelaku mikro kecil dalam tahap membutuhkan modal kerja agar tumbuh dan terhubung dengan si pendana serta menjadikannya alternatif bagi investasi yang menguntungkan. Website Amartha ini menghubungkan calon pendana urban dengan peminjam kategori perusahaan mikro dan kecil di pedesaan.

 

Meskipun website Amartha sudah berjalan selama 10 tahun (tahun 2010), sudah membuka akses permodalan bagi wanita yang tangguh, mikro di pelosok desa dan pengusaha kecil. Mantap bukan? Keuntungan bagi si peminjam di Amartha mempunyai jangkauan sampai ke pelosok desa lalu membuka peluang bagi pengusaha mikro dan kecil.

 

Lalu ada riwayat pinjaman menjadikan sebagai referensi agar pinjaman bisa didapat lebih besar dari bank atau lembaga keuangannya di masa kelak nanti. Dalam proses seleksi calon peminjam melakukan algoritma skor kredit untuk menilai kelayakan analisa usaha dan pribadi.

 

Ada nilai A sampai E dalam mempresentasikan kemungkinan keberhasilan yang terbayarkan dan jika mempunyai potensi resiko atau gagal bayar. Mitra usaha yang terpilih di Amartha adalah pengusaha mikro kaum perempuan dengan kebutuhan modal mulai satu juta lima ratus rupiah dalam menjalankan bisnis.

 

Demikian artikel mengenai investasi p2p atau peer to peer lending, semoga bermanfaat bagi para pembaca yang akan menggunakan pinjaman yang terdaftar oleh OJK, jika kamu ingin tahu lagi mengenai artikel yang berhubungan p2p lending maka pantau saja terus artikel yang terupdate dari kami! Terima kasih.

 


0 komentar:

Posting Komentar