Minggu, 29 Desember 2019

Belajar Bisnis dari Sukanto Tanoto, Ini 3 Prinsip yang Selalu Ia Pegang


Belajar Bisnis dari Sukanto Tanoto, Ini 3 Prinsip yang Selalu Ia Pegang
Sumber: nationalobserver.com

Demam startup masih melanda generasi muda Indonesia. Keinginan untuk menjadi seorang pengusaha terus tumbuh hingga memicu lahirnya banyak perusahaan-perusahaan rintisan di beberapa kota. Namun dari 10 startup, hanya ada satu yang berhasil bertahan. Untuk itulah, penting bagi para pelaku startup untuk belajar dari pengusaha yang sudah sukses, termasuk belajar dari pendiri kerajaan bisnis Royal Golden Eagle, Sukanto Tanoto.

Sebagai pendiri grup Royal Golden Eagle, Sukanto Tanoto telah membuktikan kualitasnya sebagai seorang pengusaha kelas internasional. Tidak sedikit perusahaannya yang telah menjadi pemain global. Sebut saja seperti APRIL Group, Asian Agri, Apical dan Sateri.

Untuk mencapai posisinya yang sekarang, ada banyak tantangan yang telah dilalui oleh Sukanto Tanoto. Namun bagi siapa pun yang ingin menjadi seorang pengusaha, tidak ada salahnya jika belajar dari prinsip-prinsip bisnis yang dipegang oleh sang pendiri grup RGE tersebut.

1. Seorang Pengusaha Harus Memiliki Kegigihan


Sukanto Tanoto adalah salah satu contoh pengusaha yang memulai bisnisnya dari bawah. Sebelum menjadi pemimpin salah satu grup bisnis terbesar di Indonesia, ia memulai usahanya dari bisnis kecil.
Demi bisa fokus menjalankan bisnisnya, Sukanto Tanoto muda sempat berhenti dari bangku pendidikan. Banyak suka duka yang pernah ia lalui selama menjalankan bisnisnya. Saat krisis ekonomi melanda Asia dan Indonesia pada tahun 1998 lalu, perusahaan yang ia bangun sempat mengalami goncangan yang sangat keras. Namun dengan kegigihannya, ia berhasil bertahan bahkan mengembangkan sayap bisnisnya hingga ke luar negeri.

2. Seorang Pengusaha Harus Bisa Menciptakan Perbedaan


Ide bisnis orisinil memang terlihat menarik. Namun ide-ide seperti ini biasanya sulit untuk dikembangkan dan butuh waktu yang sangat lama hingga benar-benar memberi keuntungan. Karena alasan ini jugalah, banyak pelaku bisnis yang lebih memilih untuk menyelami bisnis yang sudah terbukti menguntungkan dengan beberapa modifikasi di beberapa sisi.

Kemampuan membuat diferensiasi seperti ini sangat dibutuhkan oleh seorang pengusaha. Dengan menciptakan perbedaan, perusahaan yang tengah dibangun akan memiliki ciri khas yang mudah dikenali. Namun tidak cukup hanya menciptakan perbedaan saja, seorang pengusaha juga harus bisa membuatnya menguntungkan dari segi bisnis.

3. Seorang Pengusaha Harus Memiliki Semangat untuk Terus Belajar


Dunia bisnis adalah dunia yang dinamis. Apa yang terjadi pada dunia pasti akan berdampak pada bisnis yang tengah digeluti. Sebut saja seperti perkembangan teknologi hingga situasi politik di suatu negara. Jika seorang pengusaha tidak mengikuti perubahan-perubahan tersebut dan tidak mau belajar, hanya tinggal menunggu waktu saja hingga bisnis yang dijalankannya gulung tikar.

Selama membangun dan menjalankan sebuah perusahaan, seorang pengusaha juga akan dihadapkan dengan berbagai tantangan. Banyak tantangan yang masih begitu asing dan belum pernah dihadapi oleh sang pengusaha. Untuk menemukan jalan keluar, belajar menjadi satu-satunya cara. Itulah kenapa seorang pengusaha sukses pasti memiliki semangat untuk terus belajar.

Selain ketiga prinsip di atas, Sukanto Tanoto juga memiliki prinsip bahwa bisnis harus bisa memberi kebaikan kepada lingkungan sekitar. Seorang pengusaha memiliki tanggung jawab moral dan sosial kepada alam dan masyarakat. Jika alam rusak, menjaga eksistensi perusahaan akan terasa lebih sulit. Tanpa dukungan dari masyarakat, seorang pengusaha juga akan merasa kesulitan untuk menjalankan bisnisnya.

Prinsip tersebut dapat dilihat dalam setiap unit bisnis Sukanto Tanoto. Tidak hanya itu saja, ia juga aktif dalam kegiatan sosial melalui organisasi filantropi yang ia bangun bersama sang istri. Melalui Tanoto Foundation, Sukanto Tanoto ingin memberi kesempatan kepada anak-anak yang tinggal di sekitar area operasi bisnisnya agar bisa mendapatkan pendidikan yang berkualitas.


0 komentar:

Posting Komentar