Sabtu, 02 Maret 2019

Trik Mudah Menghindari Mudah Mengeluh

Trik Mudah Menghindari Mudah Mengeluh

Ada banyak kejadian di sekitar kita yang sebenarnya layak untuk dikeluhkan. Mulai dari mobil di depan yang berjalan lambat, cuaca panas, rekan kerja yang lebih banyak nongkrong, sampai pasangan yang selalu lupa meletakkan handuk.

Namun, pilihan ada pada kita untuk mengeluh dan membiarkan amarah menguasai, atau bersikap teguh dan berpikiran jernih karena banyak hal tidak bisa kita lawan.

“Sekitar 70 persen isi percakapan orang berisi keluhan. Padahal, tidak ada dari kita yang suka bergaul dengan pengeluh,” kata psikolog Scott Bea.

Psikolog Susan Albers meganalogikan keluhan seperti sebuah virus yang harus kita hindari.

Sifat alami
Mengubah sifat mengeluh memang tidak mudah. Kita terlahir dengan otak yang punya bias negatif.

“Kita cenderung fokus pada sebuah kesalahan daripada memperhatikan semua hal yang benar di sekeliling kita,” kata Bea.

Jangan biarkan kecenderungan itu menjadi kebiasaan. Dunia akan menjadi tempat yang sangat berbahaya.

Berikut 7 cara yang dapat dicoba ketika kamu sangat ingin mengeluh tentang hidupmu:

1. Mundur sejenak

Cobalah melihat dalam gambaran besar. Apakah hal yang dikeluhkan itu sangat berarti bagimu untuk lima menit, lima bulan hingga lima tahun ke depan?

2. Lihat lebih dalam

Pikirkan keluhanmu dengan serius. “Apa masalah yang sebenarnya? Apakah hal kecil yang mengganggumu dapat mengubah hal yang lebih besar di hidupmu?” kata Albers.

Luangkan sekitar lima menit untuk menceritakan keluhanmu. Kamu akan temukan penyebab kenapa hal tersebut membuatmu tertekan.

3. Buat permainan

Kenakanlah karet gelang di salah satu pergelangan tangan. Setiap kali kamu mengeluh, pindahkan gelang tersebut ke pergelangan tangan yang lain.

“Target akhirnya adalah kamu tidak memindahkan gelang tersebut dari salah satu pergelangan tanganmu dalam tiga puluh hari,” kata Bea.

4. Pilih saluran yang tepat

Cara terbaik untuk mengeluh adalah menyampaikannya secara personal, secara langsung, melalui surat elektronik, atau bahkan dengan telepon.
Jangan pernah mengeluh di media sosial.

5. Cari jalan keluarnya

Keluhan kita seharusnya bisa mengungkapkan apa yang dibutuhkan sebenarnya dan menemukan jalan keluar.

"Kuncinya adalah untuk berbagi keluhan itu dalam cara yang bisa membantu dan bukan mengkritik," kata Albers.

6. Cari sisi positifnya

Ketika kamu punya keluhan, mulai dan akhiri dengan cara yang positif. Jika tidak, orang lain bisa salah menangkap pesanmu.
    
“Sebaiknya katakan ‘Terimakasih sudah belanja bulanan. Lain kali, tolong beri tahu sebelum pergi dan akan kuberikan daftar belanjanya,’”saran Albers. 
    
7. Latihan berterimakasih

Setiap hari ingatlah tentang satu hal yang paling kamu syukuri, tak peduli sekecil apapun itu.

“Jika  mengeluh sudah menjadi kebiasaan, membuat jurnal ucapan terimakasih setiap malam dapat menjadi cara untuk membalikkan keadaan,” kata Bea.

Butuh waktu untuk lebih bersabar ketika di jalan raya. Butuh latihan untuk bertoleransi terhadap kebiasaan menyebalkan orang lain. Butuh ketekunan untuk belajar melepaskan hal-hal kecil.

Dengan sedikit upaya, kita dapat belajar lebih perhatian pada apa yang benar, membantu, dan membangkitkan semangat di sekeliling kita.

Kelak kita akan menyadari bahwa hal tersebut akan membuat bahagia, tak hanya setiap harinya, tetapi seluruh hidupmu.

0 komentar:

Posting Komentar